Daerah jelajah Orangutan yang tumpang tindih

Ditulis oleh Chandradewana Boer

Dalam dunia hewan dikenal dua istilah yang berbeda namun seringkali juga dianggap sama, karena juga seringkali memang tumpang tindih.  Kedua pengertian tersebut adalah apa yang disebut dengan daerah jelajah (homerange) dan daerah hunian (territori).  Daerah jelajah adalah daerah tempat satwaliar umumnya mencari makan, beraktifitas kesehariannya yang khabarnya OU dapat berjalan sejauh 20 – 30 Km dalam satu hari.  Pendek kata kemana saja Orangutan pergi selama itu masih dalam habitatnya, maka itulah yang disebut dengan homerange.  Sedangkan Territori adalah daerah hunian yang keberadaannya dipertahankan terhadap masuknya individu lain kedalamnya.  Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kalau kita mau mencari OU, maka diperlukan pengetahuan yang baik tentang homerange dan teritori mereka supaya jalur atau transek yang kita buat di dalam hutan ada memotong sebanyak mungkin daerah jelajahnya. Baca Lanjutannya…

Orangutan, nenek moyang  manusia ?

Ditulis oleh Chandradewana Boer

Mendengar tentang teori Darwin tentang nenek moyang manusia, maka tentu kita bertanya apakah Orangutan adalah juga salah satu dari nenek moyang umat manusia ?  Jawabannya adalah tergantung keyakinan kita, karena ini teori yang dibangun oleh bapak Evolusi Darwin yang sampai hari ini masih belum dapat dibuktikan kesahihannya.  Bahkan beberapa ilmuwan sudah mulai beramai-ramai menolaknya, karena teori dan asumsi yang dipakai Darwin sangat lemah dan bukti-bukti yang ditemukan sepanjang sejarah sampai hari ini menunjukkan hal yang berbeda, yaitu bahwa ada banyak proses penciptaan untuk banyak spesies mahluk hidup dan itu merupakan rahasia Sang Pencipta Kehidupan ini. Dengan kata lain, adalah tidak mungkin sekian banyak spesies yang ada sekarang ini akan berasal dari satu spesies saja yang berevolusi sesuai dengan kebutuhan dan waktu yang berbeda. Baca Lanjutannya…

Kita lebih peduli

Ditulis oleh Chandradewana Boer

Manusia adalah mahluk yang paling cerdas di permukaan bumi ini dibandingkan dengan mahluk apapun, termasuk jin dan malaikat, apalagi kalau hanya seekor primata seperti Orangutan.  Manusia adalah lebih mulia dan baik karena dia memiliki dua hal yang bertentangan sekaligus, yaitu hawa nafsu dan akal sehat.  Manusia dapat berfikir dan membuat sesuatu, berkarya dan bahkan mengembangkan budaya, serta beberapa dari kita memiliki kemampuan lebih seperti dapat mengintervensi satwaliar untuk kepentingan manusia.  Tapi siapa bilang kalau hewan tidak mempunyai akal, bahkan merekapun mampu berfikir dengan baik dan peduli terhadap kesehatan, keselamatan dan perkembangan anaknya. Satwa termasuk OU dapat diajak bermain apa saja dan sangat mudah juga mempelajari apa saja yang dipelajari manusia, namun naluri mereka memang lebih banyak berada pada naluri kehewanan yang liar dan hanya pada batas-batas tertentu dan waktu tertentu dapat memiliki rasa menyayangi ataupun kepedulian. Baca Lanjutannya…

Siapa memakan Orangutan ?

Ditulis oleh Chandradewana Boer

Judul ini sangat menyeramkan tentunya, karena memberi kesan, jawabannya adalah manusia.  Namun demikian ahli ekologi satwaliar biasa saja memberikan reaksinya, karena sebenarnyalah misteri hutan tropis yang terus digali sampai sekarang ini tentang siapa memakan apa, atau bahkan siapa.  Sebaliknya juga adalah menarik untuk dicari tahu tentang apa atau siapa dimakan oleh siapa saja ? Sepenuhnyalah hal ini belum terjawab karena begitu banyak jenis yang hidup dalam ekmosistem ini, mungkin waktu di SMA dulu proses makan memakan itu disebut dengan rantai makanan dan berujung pada jaringan makanan.  Tapi menanyakan apa saja makanan OU kelihatannya lebih pantas ditanyakan, karena beberapa jawaban sudah dapat diberikan, yaitu buah-buahan (terbesar), kulit kayu dan kambiumnya, serangga dan bahkan tanah (?).  Menanyakan siapa saja yang memakan OU di hutan tropis atau siapa predatornya adalah cukup masuk akal ?  seperti juga pertanyaan siapa predator Payau, Kijang dan kancil di pulau Kalimantan mengingat keberadaan harimau hanya ditemukan di pulau Sumatra dan Jawa ? Baca Lanjutannya…

Jangan dekat-dekat Orangutan

Ditulis oleh Chandradewana Boer

Jangan dekat-dekat Orangutan adalah peringatan yang sering kita dengar pada awal-awal rehabilitasi Orangutan di beberapa tempat seperti Wanariset pada waktu mulai dikerjakan. Mammalia besar ini memang menyerupai manusia, sehingga penyakitnyapun bisa sama dan mirip dengan manusia. Orangutan dapat menderita hepatitis, flu, demam dan malaria sebagaimana halnya manusia. Oleh karena itulah berdekatan dengan mahluk satu ini menjadi peringatan yang keras, namun demikian pada waktu itu peringatan tersebut terkesan lebih banyak ditekankan untuk kepentingan hewannya dibandingkan kepentingan manusia. Baca Lanjutannya…

Orangutan yang seksi

Ditulis oleh Chandradewana Boer

Mengapa Orangutan dikatakan seksi ? Tentunya banyak versi jawaban yang akan kita peroleh yang salah satunya akan mengatakan karena begitu miripnya mereka dengan manusia. Dengan bekal itu dan rasa kedekatan yang demikianlah maka Orangutan mendapat perhatian yang lebih dibandingkan satwa liar lainnya, bahkan dikatakan Orangutan itu lebih seksi daripada Bekantan atau monyet Belanda (Nasalis larvatus). Padahal beberapa peneliti telah mengingatkan, bahwa Bekantan Kalimantan yang endemik itu jauh lebih terancam nasibnya terhadap kepunahan dibandingkan Orangutan Indonesia. Baca Lanjutannya…

Habitat Orangutan

Ditulis oleh Chandradewana Boer

Bila habitat OU rusak, maka jangan salahkan mereka kalau mereka masuk perkebunan sawit, keladang masyarakat dan mungkin bisa mengganggu masyarakat yang sedang bekerja di kebun dan sebagainya. Yang salah adalah kita, manusia sebagai khalifah dipermukaan bumi ini, yang memerintah dan mengelola alam secara tidak beraturan dan meninggalkan kerusakan alam dimana-mana. Pada sekitar akhir September 2011 diberitakan bahwa puluhan ekor OU sudah dibantai secara sadis dan tidak berperikebinatangan (Tribun, 28 September 2011). Hebatnya lagi pembantaian tersebut dilakukan dengan perintah dan iming-iming imbalan uang tergantung besar kecilnya (ukuran tubuh dan umur) OU yang berhasil mereka tangkap ataupun bunuh. Baca Lanjutannya…

Orangutan dan bayinya

Ditulis oleh Chandradewana Boer

Seperti manusia Orangutan ternyata tidak berbeda dalam hubungannya dengan anak bayinya. Sayang dan cinta kasih diperlihatkannya seperti pada manusia layaknya dan bahkan kita bisa mengatakan hal yang sama untuk sebagian besar mahluk hidup lainnya. Maka kalau ada ceritanya manusia membuang atau membunuh bayinya, maka insyaallah itu tidak terjadi pada Orangutan karena memang itulah bedanya manusia dengan hewan. Kita diberikan kemampuan berfikir dan membangun budaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kehidupan manusia, hewan tidak. Baca Lanjutannya…

Orangutan tidak bisa berenang

Ditulis oleh Chandradewana Boer

Tahukah anda bahwa OU tidak bisa berenang ? Sehingga penyebaran populasinya memang dibatasi oleh keberadaan sungai-sungai besar, seperti Sungai Mahakam di Kalimantan Timur. OU hanya ditemukan disebelah timur dan utara sungai Mahakam dan tidak ditemukan disebelah barat dan selatannya. Jadi kalau ada OU di Samarinda seberang atau seperti di Bukit Soeharto ataupun sungai Wain, itu mestinya hasil introduksi. Orangutan sebagai seekor primata besar bahkan sebenarnya tidak biasa berjalan bebas seperti halnya manusia di atas lantai hutan. Mereka lebih dikenal sebagai mamalia arboreal, artinya hidup menggelantung pada daerah tajuk pohon di hutan tropis. Tajuk yang rapat dari pohon-pohon yang tinggi mestinya adalah saling sambung menyambung satu sama lainnya dan ini merupakan jalanan hutan bagi orangutan untuk bergerak dan berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya di dalam hutan tropis yang lebat, itulah pula sebabnya maka Orangutan jarang terlihat oleh orang kehutanan selama ini. Baca Lanjutannya…

Sarang Orangutan yang selalu baru dibuat

Ditulis oleh Chandradewana Boer

Orangutan memang adalah jenis primata yang menarik karena perilaku bersarangnya yang unik. Beberapa peneliti OU telah menginvestasikan waktu dan umurnya untuk mengamati bagaimana OU di hutan alam membangun sarangnya. Mereka mengamati bahwa OU selalu saja membuat sarang baru setiap harinya dan bahkan pernah dicatat kalau mereka juga bisa membuat sarang lebih dari satu pada satu hari. Hal itu diduga karena disekitar daerah tersebut terdapat makanan yang cukup banyak. Cuma kalau mereka membuat sarang 2 atau 3 sekaligus pada hari itu, lalu sarang yang mana yang dipakai pada malam itu ? Baca Lanjutannya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.